Sabtu, 14 Maret 2015

Kepemimpinan

PENTINGNYA PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI MUDA PEMIMPIN BANGSA
Masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh para generasi muda bangsa ini, oleh karena itu peran pemuda sangat penting dalam kehidupan masyarakat bernegara karena pemuda-pemuda bangsa ini yang akan menjadi generasi pemimpin baik dalam memipin di suatu lembaga atau instansi tertentu bahkan dalam  membangun, mensejahterakan dan memajukan bangsa atau Negara Indonesia ini khususnya. Untuk membangun, mensejahterakan serta memajukan bangsa ini sangat diperlukan sosok-sosok pemimpin yang berintelek, intelegent dan independen. Maka dari itu setiap pemuda Indonesia baik yang berstatus pelajar maupun mahasiswa bahkan yang sudah selesai dari pendidikannya merupakan faktor penting yang dapat diandalkan bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Bangsa dan mempertahankan kedaulatan Bangsa.
Dalam mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaulatan Bangsa tentu akan menghadapi permasalahan, tantangan, hambatan serta ancaman. Maka dengan adanya permasalahan-permasalahan yang sudah ada maupun yang akan datang, penting bagi rakyat Indonesia, terutama kaum pemuda dan mahasiswa agar membiasakan diri untuk meningkatkan dan memperbaiki produktifitas kita sebagai Bangsa Indonesia, yaitu bisa dideskripsikan dengan keikutsertaan para pemuda dan mahasiswa atas kepedulian mereka terhadap kondisi negara serta menanamkan semangat nasionalisme dalam jiwa dan terus menggali ilmu dan pengetahuan dengan mengenyam pendidikan, sehingga pemuda bangsa tidak tertinggal dan tidak dapat dikelabui oleh orang asing.
Dalam hal ini kita mengambil contoh dari seorang tokoh pemimpin yaitu “Ir.Soekarno” yang kerap dikenal dengan Bung Karno, beliau mengenyam pendidikan yang baik mulai dari tamat SD beliau melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa dan semangat nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda  memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Maka dengan cerminan inilah yang seharunya menjadi tolak ukur para pemuda bangsa untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan mengenyam pendidikan haus akan ilmu pengetahuan serta peduli atas kondisi negara untuk menciptakan cita-cita dan mempertahankan Bangsa.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Berbagi Pengetahuan | Designed With By Muhammad Nasir
Scroll To Top